Tantangan dan Pengembangan Dakwah di Era Globalisasi
Selasa, Mei 06, 2014
A.
Pengertian Dakwah
Para ahli mengartikan dakwah pada umunya membagi
atas dua kategori, yakni ditinjau dari segi etimologi (bahasa), dan dari segi
terminologi (istilah). Pergertian dakwah menurut bahasa berarti: memanggil,
menanamkan, mengundang, meyeru, mengajak, mendoakan yang terkandung di dalamnya
artinya menyampaikan sesuatu kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu,
kata dakwah berbentuk isim masdar. Kata ini berasal dari fi’il (kata kerja) “da’a-yad’u”,
artinya memanggil, mengajak, menyeru, mengajak atau mendorong ke suatu tujuan.
Pengertian dakwah menurut istlah menurut Toha Yahya
Oemar adalah dapat ditinjau secara umum dan secara khusus. Pengertian secara
umum adlah suatu ilmu pengetehuan yang berisikan cara-cara, tuntutan, bagaimana
seharusnya menarik perhatian manusia untuk menyutujui, melaksanakan suatu
ideologi, pendapat dan pekerjaan tertentu.
Selengkapnya...........
Label:
SPAI
Pluralisme Agama
Selasa, Mei 06, 2014
A. Konsep Dasar Pluralisme Agama
Kata “pluralisme agama” berasal dari dua kata, yaitu
“pluralisme” dan “agama” dalam bahasa Arab diterjemahkan dengan
“al-ta’ddudiyah” dan dalam bahsa Inggris “religius pluralism”. Dalam bahasa
Belanda, merupakan gabungan dari kata plural dan isme. Kata “plural” diartikan
dengan menunjukkan lebih dari satu. Sedangkan “isme” diartikan dengan sesuatu
yang berhubungan dengan paham atau aliran. Dalam bahasa Inggris disebut
pluralism yang berasal dari kata “plural” yang berarti lebih dari satu atau
banyak. Dalam Kamus The Contemporary
Engglish-Indonesia Dictionary, kata “plural” diartikan dengan lebih dari
satu/jamak dan berkenaan dengan keanekaragaman. Jadi pluralisme, adalah paham
atau sikap terhadap keadaan majemuk, baik dalam konteks sosial, budaya,
politik, maupun agama. Sedangkan kata “agama” dalam agama Islam diistilahkan
dengan “din” secara bahasa berarti tunduk, patuh, taat, jalan. Pluralisme agama
adalah kondisi hidup bersama antarpenganut agama yang berbeda-beda dalam satu
komonitas dengan tetap mempertahankan ciri-ciri spesifik ajaran masing-masing
agama.
Selengkapnya............
Label:
SPAI
Guru Ideal dalam Pandangan Islam
Selasa, Mei 06, 2014
PEMBAHASAN
A.
Nabi Muhammad Sebagai Sosok Guru
Ideal
Dalam konteks
pendidikan Islam, guru dikenal dengan pendidik yang merupakan terjemahan
dari berbagai kata yakni murabbi, mu’allim dan mua’did.Ketiga istilah guru itu, mempunyai makna
yang berbeda, sesuai dengan konteks kalimat, walaupun dalam konteks tertentu
mempunyai kesamaan makna.
Kata murabbi misalnya,
sering dijumpai dalam kalimat yang orientasinya lebih mengarah kepada
pemeliharaan , baik yang bersifat jasmani atau rohani, pemeliharaan seperti ini
terlihat dalam proses orang tua membesarkan anaknya, mereka tentunya berusaha
memberikan pelayanan secara penuh agar anaknya tumbuh dengan fisik yang sehat
dan kepribadian serta ahlak yang terpuji.
Sedangkan untuk
istilah mu’allim, pada umumnya dipakai dalam membicarakan aktivitas yang lebih
terfokus pada pemberian atau pemindahan ilmu pengetahuan dari seseorang yang
tahu kepada seseorang yang tidak tahu.Adapaun istilah mua’did lebih luas dari istilah mua’llim dan lebih relevan dengan
konsep pendidikan Islam.
Selengkapnya............
Label:
SPAI